Memahami Perbedaan Angka Kemiskinan Versi Bank Dunia dan BPS - Berita dan Siaran Pers - Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur

| Anda hobi menulis? Submit Karya Ilmiahmu di Jurnal Statistika Terapan (JSTAR) BPS Provinsi NTT melalui tautan jstar.id

Anda merasa pelayanan kami kurang optimal? Laporkan pengaduan anda disini 

Untuk layanan konsultasi data silahkan hubungi kami melalui 082247291975 (whatsapp only) atau melalui email [email protected]

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

Memahami Perbedaan Angka Kemiskinan Versi Bank Dunia dan BPS

Memahami Perbedaan Angka Kemiskinan Versi Bank Dunia dan BPS

Memahami Perbedaan Angka Kemiskinan Versi Bank Dunia dan BPS

8 Mei 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya


Pada April 2025, Bank Dunia melalui Macro Poverty Outlook menyebutkan bahwa pada tahun 2024 lebih dari 60,3 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 171,8 juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan. Di sisi lain, data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan Indonesia per September 2024 sebesar 8,57 persen atau sekitar 24,06 juta jiwa.
Mengapa berbeda? Penting untuk dipahami secara bijak bahwa kedua data tersebut tidak saling bertentangan. Perbedaan muncul disebabkan adanya perbedaan standar garis kemiskinan yang digunakan dan untuk tujuan yang berbeda.
Simak penjelasannya dalam postingan berikut ini!

#CintaData #DataBPS #Kemiskinan

Berita dan Siaran Pers Terkait

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (Statistics of Nusa Tenggara Timur Province)Jl. R. Suprapto No. 5 Kupang - 85111

Telp (0380) 826289; 821755; Faks (0380) 833124

Mailbox : pst5300@bps[dot]go[dot]id

bps5300@bps[dot]go[dot]id

logo_footer

Government Public Relation

Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik